Pages

Search

Selasa, 22 November 2011

adat budaya

Wujud kebudayaan daerah di Indonesia

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.

[sunting] Rumah adat

Rumah gadang, rumah adat sumatera barat

budaya nasional

ebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199
kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.[1]

pengertian

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

ibu kaulah pahlawan bagi ku


Aku Lahir dari Perut Ibu... Bila dahaga, yang susukan aku....ibu Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu Bila sendirian, yang selalu di sampingku....ibu Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu Bila bangun tidur, aku cari.....ibu Bila nangis, orang pertama yang datang....ibu Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu Bila nakal, yang memarahi aku....ibu Bila merajuk, yang membujukku cuma.....ibu Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu Bila takut, yang menenangkan aku....ibu Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu Aku selalu teringatkan....ibu Bila sedih, aku mesti telepon....ibu Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.....ibu Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! " Bila sakit, orang paling risau adalah....

ibu Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga.....ibu Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu Yang selalu masak makanan kegemaranku....ibu Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu Yang selalu memuji aku....ibu Yang selalu menasihati aku....ibu Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan.....ibu namun setelah aku punya pasangan................. Bila senang, aku cari....pasanganku Bila sedih, aku cari.....ibu Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku Bila berduka, aku peluk erat....ibuku Bila ingin berlibur, aku bawa.....pasanganku Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu Bila sambut ulang tahun/valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu" Selalu... aku ingat pasanganku Selalu... ibu ingat aku Setiap saat... aku akan telepon pasanganku Entah kapan... aku ingin telepon ibu Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu Renungkan: "Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada ibu? Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah". Berderai air mata jika kita mendengarnya........ Tapi kalau ibu sudah tiada.......... IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI.... Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya.... Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya..... Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya...... Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya....... Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya..... Berapa banyak yang sanggup meluangkan waktu untuk menjaga ibunya yang telah renta..... Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya. Upah membantu ibu: 1) Membantu pergi belanja : Rp 10.000,- 2) Membantu jaga adik : Rp 10.000,- 3) Membantu buang sampah : Rp 10.000,- 4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 10.000,- 5) Membantu siram bunga : Rp 5.000,- 6) Membantu sapu sampah : Rp 5.000,- Jumlah : Rp 40.000,- Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak, kemudian si ibu mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama. 1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS 2) Biaya tidak tidur karena menjagamu -GRATIS 3) Biaya air mata yang menitik karenamu -GRATIS 4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu -GRATIS 5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah Dibayar Lunas Oleh Ibu" ditulisnya pada muka surat yang sama. "Jika kamu menyayangi ibumu, "forward"kanlah post ini kepada sahabat-sahabat anda".